Salah satu bukti kekuasaan Alloh dapat diambil saat menjalai ibadah puasa. Saat menjalankan puasa, tubuh manusia dengan kecanggihannya dapat
beradaptasi. Sehingga otomatis akan meningkatkan derajat kesehatan pelakunya.
Pramono, ahli gizi dari RSUD Ulin Banjarmasin
menjelaskan, adaptasi tubuh saat puasa secara umum yakni
adaptasi hormonal dan adaptasi metabolik.
Ketika berpuasa adaptasi
hormonal yang terjadi antara lain; Menurunnya sekresi insulin,
peningkatan sekresi glucagon, Menurunnya sekresi leptin,Meningkatnya
kerja lipase lipoprotein .
Adaptasi metabolik yang terjadi adalah peningkatan glikogenolisis,
peningkatan glukoneogenesis. Peningkatan katabolisme protein,
peningkatan produksi benda keton, peningkatan pembongkaran lemak di
jaringan adipose, juga penurunan panas tubuh.
Lebih lengkap, seperti dituliskan Pramono di grup facebook Gerakan
Sadar Gizi, saat puasa yang terjadi pada tubuh manusia adalah sebagai
berikut :
* Tidak ada pelepasan sitokin. Terjadi pemecahan
protein otot, tetapi tidak banyak, karena hati tidak perlu mensintesa
Protein Fase Akut & Cytokine tidak ada sehingga Proteolisis tidak
terlalu banyak.
* Penurunan hormon insulin. Karena jadwal makan yang ketat dan tubuh tidak kemasukan makanan hampir 14 jam maka produksi insulin juga akan menurun.
* Penurunan hormon tiroid. Menurunkan Basal metabolism rate sehingga tubuh lebih efesien dalam penggunaan energi.
* Penurunan konsumsi oksigen karena respirasi Quotion menurun karena menurunnya oksidasi
* Bahkan hebatnya lagi ketika puasa benda keton diijinkan untuk digunakan sebagai energi otak. Biasanya otak sangat manja hanya mau menggunakan energy dari glukosa.
* Hormon-hormon stress yakni kortisol dan katekolamin ketika puasa produksinya normal.Keadaan tersebut sangat menguntungkan sel-sel tubuh agar dapat meregenerasi dengan baik.
* Tidak terjadi hipermetabolisme.
* Terjadi proses pembongkaran lemak sehingga sangat
baik untuk menyusun kembali komposisi tubuh yang sehat dengan komposisi
lemak lebih sedikit dibanding dengan protein.
Antara Sains dan Kebesaran Alloh
Minggu, 21 Desember 2014
Antioksidan Cegah Sakit Hati
Sebuah antioksidan bisa saja mencegah kerusakan pada hati atau liver yang disebabkan oleh konsumsi alkohol berlebihan, menurut penelitian dari Universitas Alabama di Birmingham.
Penemuan ini bisa menunjukkan cara perawatan untuk membalikkan steatosis, atau timbunan berlemak dalam hati yang bisa berujung pada sirkosis dan kanker. Tim peneliti yang diketuai oleh Victor Darley-Usmar, Ph.D., profesor patologi di UAB, memperkenalkan sebuah antioksidan bernama Mitochondria-targeted ubiquinone, atau MitoQ, ke mitokondria tikus yang diberikan alkohol setiap hari selama lima hingga enam minggu dalam jumlah yang cukup untuk menyamai konsumsi alkohol berlebihan pada manusia.
Alkoholik kronis, mereka yang minum berlebihan setiap hari, mengalami penimbunan lemak dalam sel-sel hati. Ketika alkohol dimetabolisir dalam hati, dia menciptakan radikal-radikal bebas yang merusak mitokondria dalam sel-sel hati dan mencegah mereka untuk menggunakan sejumlah oksigen yang cukup untuk menghasilkan energi. Lagi pula, kondisi rendah oksigen yang disebut hipoksia memperburuk kerusakan mitokondria dan mendukung pembentukan timbunan lemak yang dapat berujung pada sirkosis.
Darley-Usmar beserta para rekan kerjanya mengatakan bahwa antioksidan MitoQ tersebut mampu mencegah dan menetralisir radikal-radikal bebas sebelum mereka merusak mitokondria, mencegah rentetan efek-efek yang pada akhirnya berujung pada steatosis.
"Belum ada pendekatan secara farmasi yang menjanjikan pada pencegahan atau pembalikkan kerusakan jangka panjang yang berhubungan dengan timbunan lemak di hati yang dihasilkan dari konsumsi alkohol berlebihan," kata Darley-Usmar. "Penemuan kami memberitahukan bahwa MitoQ bisa saja menjadi alat yang berguna bagi perawatan kerusakan hati oleh kebiasaan penggunaan alkohol yang lama."
"Studi-studi sebelumnya telah menunjukkan bahwa MitoQ dapat secara aman diberikan pada manusia dalam jangka waktu lama," kata Balu Chacko, Ph.D., rekan peneliti dan penggagas studi tersebut. "Antioksidan tersebut bisa saja berpotensi untuk memperbaiki tahap-tahap awal penyakit hati berlemak pada pasien-pasien dengan penyakit hati alkoholik dan non alkoholik."
Catatan Tahunan Hepatologi memperkirakan bahwa penyalahgunaan alkohol memakan biaya $185 milyar setiap tahun di Amerika Serikat, dan bahwa 2 juta orang mengidap beberapa bentuk penyakit hati alkoholik. Sebanyak 90 persen sirkosis hati terhubung dengan penyalahgunaan alkohol dan mencapai 30 persen kanker hati.
Darley-Usmar, yang juga merupakan direktur Pusat Radikal Bebas Biologi di UAB, mengatakan bahwa timnya berdiskusi dengan Institut Kesehatan Nasional untuk mengembangkan seluruh keluarga obat-obatan berbasis di interaksi dengan mitokondria. Dia mengatakan obat-obatan seperti itu mungkin efektif dalam perawatan penyakit kardiovaskuler, penyakit ginjal dan gangguan neurodegeneratif.
"Kami tahu bahwa radikal bebas memainkan peran pada penyakit manusia, dan kami telah mengembangkan antioksidan yang dapat mengeliminasi radikal-radikal bebas di laboratorium," katanya. "Sayangnya, uji coba sebelumnya menggunakan antioksidan pada manusia belum memuaskan. Perbedaannya dengan penemuan kami ialah kami menargetkan bagian khusus sel yaitu mitokondria. Ini merupakan pendekatan unik, dan ini merupakan salah satu dari sedikit uji coba pra-klinik yang menunjukkan keefektifan."
Darley-Usmar mengatakan penemuan tersebut juga bisa berdampak signifikan terhadap pengobatan sindrom metabolik, kondisi yang bertumbuh sangat cepat yang mempengaruhi sekitar 50 juta orang Amerika, menurut Asosiasi Jantung Amerika.
"Sindrom Metabolik digambarkan sebagai interaksi rumit dari faktor-faktor yang disebabkan oleh obesitas yang termasuk kerusakan pada hati karena peningkatan radikal bebas, hipoksia dan deposisi lemak," kata Darley-Usmar. "Hal tersebut cukup mirip dengan hepatotoksisiti ketergantungan alkohol. Akan menyenangkan untuk melihat apabila sebuah antioksidan seperti MitoQ memiliki efek terapis dalam mencegah kerusakan hati pada mereka yang menderita sindrom metabolik."
Penemuan tersebut dipublikasikan pada tanggal 21 April 2011 di jurnal Hepatology.
Penemuan ini bisa menunjukkan cara perawatan untuk membalikkan steatosis, atau timbunan berlemak dalam hati yang bisa berujung pada sirkosis dan kanker. Tim peneliti yang diketuai oleh Victor Darley-Usmar, Ph.D., profesor patologi di UAB, memperkenalkan sebuah antioksidan bernama Mitochondria-targeted ubiquinone, atau MitoQ, ke mitokondria tikus yang diberikan alkohol setiap hari selama lima hingga enam minggu dalam jumlah yang cukup untuk menyamai konsumsi alkohol berlebihan pada manusia.
Alkoholik kronis, mereka yang minum berlebihan setiap hari, mengalami penimbunan lemak dalam sel-sel hati. Ketika alkohol dimetabolisir dalam hati, dia menciptakan radikal-radikal bebas yang merusak mitokondria dalam sel-sel hati dan mencegah mereka untuk menggunakan sejumlah oksigen yang cukup untuk menghasilkan energi. Lagi pula, kondisi rendah oksigen yang disebut hipoksia memperburuk kerusakan mitokondria dan mendukung pembentukan timbunan lemak yang dapat berujung pada sirkosis.
Darley-Usmar beserta para rekan kerjanya mengatakan bahwa antioksidan MitoQ tersebut mampu mencegah dan menetralisir radikal-radikal bebas sebelum mereka merusak mitokondria, mencegah rentetan efek-efek yang pada akhirnya berujung pada steatosis.
"Belum ada pendekatan secara farmasi yang menjanjikan pada pencegahan atau pembalikkan kerusakan jangka panjang yang berhubungan dengan timbunan lemak di hati yang dihasilkan dari konsumsi alkohol berlebihan," kata Darley-Usmar. "Penemuan kami memberitahukan bahwa MitoQ bisa saja menjadi alat yang berguna bagi perawatan kerusakan hati oleh kebiasaan penggunaan alkohol yang lama."
"Studi-studi sebelumnya telah menunjukkan bahwa MitoQ dapat secara aman diberikan pada manusia dalam jangka waktu lama," kata Balu Chacko, Ph.D., rekan peneliti dan penggagas studi tersebut. "Antioksidan tersebut bisa saja berpotensi untuk memperbaiki tahap-tahap awal penyakit hati berlemak pada pasien-pasien dengan penyakit hati alkoholik dan non alkoholik."
Catatan Tahunan Hepatologi memperkirakan bahwa penyalahgunaan alkohol memakan biaya $185 milyar setiap tahun di Amerika Serikat, dan bahwa 2 juta orang mengidap beberapa bentuk penyakit hati alkoholik. Sebanyak 90 persen sirkosis hati terhubung dengan penyalahgunaan alkohol dan mencapai 30 persen kanker hati.
Darley-Usmar, yang juga merupakan direktur Pusat Radikal Bebas Biologi di UAB, mengatakan bahwa timnya berdiskusi dengan Institut Kesehatan Nasional untuk mengembangkan seluruh keluarga obat-obatan berbasis di interaksi dengan mitokondria. Dia mengatakan obat-obatan seperti itu mungkin efektif dalam perawatan penyakit kardiovaskuler, penyakit ginjal dan gangguan neurodegeneratif.
"Kami tahu bahwa radikal bebas memainkan peran pada penyakit manusia, dan kami telah mengembangkan antioksidan yang dapat mengeliminasi radikal-radikal bebas di laboratorium," katanya. "Sayangnya, uji coba sebelumnya menggunakan antioksidan pada manusia belum memuaskan. Perbedaannya dengan penemuan kami ialah kami menargetkan bagian khusus sel yaitu mitokondria. Ini merupakan pendekatan unik, dan ini merupakan salah satu dari sedikit uji coba pra-klinik yang menunjukkan keefektifan."
Darley-Usmar mengatakan penemuan tersebut juga bisa berdampak signifikan terhadap pengobatan sindrom metabolik, kondisi yang bertumbuh sangat cepat yang mempengaruhi sekitar 50 juta orang Amerika, menurut Asosiasi Jantung Amerika.
"Sindrom Metabolik digambarkan sebagai interaksi rumit dari faktor-faktor yang disebabkan oleh obesitas yang termasuk kerusakan pada hati karena peningkatan radikal bebas, hipoksia dan deposisi lemak," kata Darley-Usmar. "Hal tersebut cukup mirip dengan hepatotoksisiti ketergantungan alkohol. Akan menyenangkan untuk melihat apabila sebuah antioksidan seperti MitoQ memiliki efek terapis dalam mencegah kerusakan hati pada mereka yang menderita sindrom metabolik."
Penemuan tersebut dipublikasikan pada tanggal 21 April 2011 di jurnal Hepatology.
Pembengkokan Waktu di Sekitar Kehidupan Kita
Mengekspolrasi pengaruh teori relativitas Einstein bukan lagi hanya
merupakan domain sains yang mempelajari roket-roket atau luar angkasa
saja. Eksperimen-eksperimen yang dilakukan di atas meja di sebuah
laboratorium di Colorado telah mengilustrasikan perilaku aneh waktu
yaitu keanehan yang biasanya diperiksa dengan perjalanan luar angkasa
dan pesawat-pesawat jet.
Dengan menggunakan jam atom yang super tepat, para ilmuwan telah menyaksikan pelebaran waktu yaitu percepatan atau perlambatan aneh waktu yang digambarkan oleh teori relativitas Einstein. Eksperimen-eksperimen tersebut dipublikasikan pada tanggal 24 September di Science.
"Teknologi modern sangat dikejutkan bahwa anda bisa saja melihat pengaruh-pengaruh eksotik ini dalam ruang tamu anda," kata fisikawan Clifford Will dari Universitas Washington di St. Louis. Eksperimen-eksperimen tersebut tidak mengungkap sains fisika baru, kata Will, tapi "yang membuatnya elok dan cukup keren ialah mereka telah melakukannya di atas meja."
Pelebaran waktu muncul dalam dua situasi. Pada kasus pertama, waktu nampaknya bergerak lebih lambat ketika anda lebih dekat dengan sebuah obyek raksasa seperti Bumi. Oleh karena itu, contohnya, seseorang yang melayang dalam sebuah balon udara, sebenarnya lebih cepat tua daripada seseorang yang berdiri di bawah.
Waktu juga bergerak lebih cepat bagi seseorang pada waktu istirahat relatif dengan seseorang yang bergerak. Einstein mendramatisir keanehan kedua ini dengan paradoks kembar yaitu seorang kembar berusia 25 tahun yang bepergian dengan sebuah pesawat roket mendekati kecepatan cahaya setelah beberapa bulan kembali ke Bumi akan mendapati bahwa saudara kembarnya telah separuh baya.
Eksperimen-eksperimen sebelumnya dengan roket dan pesawat terbang telah menunjukkan aspek-aspek aneh relativitas umum dan khusus. Dugaan bahwa waktu berjalan lebih lambat ketika lebih dekat dengan Bumi bahkan diuji pada skala gedung fisika bertingkat di Harvard.
Sekarang kemajuan dalam teknologi laser dan bidang sains informasi kuantum telah memperkenankan para peneliti untuk mendemonstrasikan teori-teori Enstein pada skala yang lebih umum atau biasa.
Para peneliti menggunakan dua jam atom optik yang diletakkan di atas meja-meja baja di laboratorium-laboratorium berdekatan di Institut Nasional Standar dan Teknologi (INST) di Boulder, Colorado. Masing-masing jam memiliki atom almunium yang diisi dengan listrik, atau ion, yang bergetar di antara dua level energi lebih dari satu juta milyar kali per detik. Sebuah kabel optik sepanjang 75 m menghubungkan jam-jam tersebut yang memperkenankan tim peneliti untuk membandingkan ketepatan instrumen-instrumen tersebut.
Pada uji coba pertama, fisikawan James Chin-wen Chou dan para koleganya di INST mengunakan dongkerak hidrolik untuk menaikkan salah satu meja setinggi 33 cm. Cukup pasti, jam yang lebih rendah berjalan lebih lambat dari pada yang dinaikkan yaitu pada rasio 90 milyaran sedetik dalam 79 tahun. Dalam percobaan kedua, tim tersebut mengaplikasikan medan listrik pada satu jam yang membuat ion almunium bergerak ke depan dan ke belakang. Seperti yang telah diprediksi, jam yang bergerak berjalan lebih lambat dari jam yang tidak bergerak atau istirahat.
"Itu adalah presisi yang mengagumkan," kata fisikawan Daniel Kleppner dari MIT. Tentu saja para ilmuwan sangat sadar dengan pengaruh relativistik ini, katanya. Jam-jam pada peralatan GPS juga dipengaruhi oleh relativitas, dan penyetelan yang sesuai dilakukan untuk menjaga alat-alat tersebut berfungsi dengan baik.
Eksperimen-eksperimen tersebut memiliki lebih banyak implikasi kepada presisi instrumen dari pada relatifitas, kata Chou. Namun eksperimen-eksperimen itu merupakan tandamata bahwa relatifitas itu selalu dekat. "Orang-orang cenderung mengabaikan pengaruh-pengaruh relativisitik, tapi pengaruh-pengaruh relativistik ada di mana-mana," katanya. "Setiap hari orang-orang beraktifitas seperti naik tangga. Menarik untuk dipikirkan: apakah para penerbang rutin menjadi lebih muda (karna mereka banyak sekali bergerak) atau lebih cepat tua (karna meluangkan banyak sekali waktu di udara)?"
Dengan menggunakan jam atom yang super tepat, para ilmuwan telah menyaksikan pelebaran waktu yaitu percepatan atau perlambatan aneh waktu yang digambarkan oleh teori relativitas Einstein. Eksperimen-eksperimen tersebut dipublikasikan pada tanggal 24 September di Science.
"Teknologi modern sangat dikejutkan bahwa anda bisa saja melihat pengaruh-pengaruh eksotik ini dalam ruang tamu anda," kata fisikawan Clifford Will dari Universitas Washington di St. Louis. Eksperimen-eksperimen tersebut tidak mengungkap sains fisika baru, kata Will, tapi "yang membuatnya elok dan cukup keren ialah mereka telah melakukannya di atas meja."
Pelebaran waktu muncul dalam dua situasi. Pada kasus pertama, waktu nampaknya bergerak lebih lambat ketika anda lebih dekat dengan sebuah obyek raksasa seperti Bumi. Oleh karena itu, contohnya, seseorang yang melayang dalam sebuah balon udara, sebenarnya lebih cepat tua daripada seseorang yang berdiri di bawah.
Waktu juga bergerak lebih cepat bagi seseorang pada waktu istirahat relatif dengan seseorang yang bergerak. Einstein mendramatisir keanehan kedua ini dengan paradoks kembar yaitu seorang kembar berusia 25 tahun yang bepergian dengan sebuah pesawat roket mendekati kecepatan cahaya setelah beberapa bulan kembali ke Bumi akan mendapati bahwa saudara kembarnya telah separuh baya.
Eksperimen-eksperimen sebelumnya dengan roket dan pesawat terbang telah menunjukkan aspek-aspek aneh relativitas umum dan khusus. Dugaan bahwa waktu berjalan lebih lambat ketika lebih dekat dengan Bumi bahkan diuji pada skala gedung fisika bertingkat di Harvard.
Sekarang kemajuan dalam teknologi laser dan bidang sains informasi kuantum telah memperkenankan para peneliti untuk mendemonstrasikan teori-teori Enstein pada skala yang lebih umum atau biasa.
Para peneliti menggunakan dua jam atom optik yang diletakkan di atas meja-meja baja di laboratorium-laboratorium berdekatan di Institut Nasional Standar dan Teknologi (INST) di Boulder, Colorado. Masing-masing jam memiliki atom almunium yang diisi dengan listrik, atau ion, yang bergetar di antara dua level energi lebih dari satu juta milyar kali per detik. Sebuah kabel optik sepanjang 75 m menghubungkan jam-jam tersebut yang memperkenankan tim peneliti untuk membandingkan ketepatan instrumen-instrumen tersebut.
Pada uji coba pertama, fisikawan James Chin-wen Chou dan para koleganya di INST mengunakan dongkerak hidrolik untuk menaikkan salah satu meja setinggi 33 cm. Cukup pasti, jam yang lebih rendah berjalan lebih lambat dari pada yang dinaikkan yaitu pada rasio 90 milyaran sedetik dalam 79 tahun. Dalam percobaan kedua, tim tersebut mengaplikasikan medan listrik pada satu jam yang membuat ion almunium bergerak ke depan dan ke belakang. Seperti yang telah diprediksi, jam yang bergerak berjalan lebih lambat dari jam yang tidak bergerak atau istirahat.
"Itu adalah presisi yang mengagumkan," kata fisikawan Daniel Kleppner dari MIT. Tentu saja para ilmuwan sangat sadar dengan pengaruh relativistik ini, katanya. Jam-jam pada peralatan GPS juga dipengaruhi oleh relativitas, dan penyetelan yang sesuai dilakukan untuk menjaga alat-alat tersebut berfungsi dengan baik.
Eksperimen-eksperimen tersebut memiliki lebih banyak implikasi kepada presisi instrumen dari pada relatifitas, kata Chou. Namun eksperimen-eksperimen itu merupakan tandamata bahwa relatifitas itu selalu dekat. "Orang-orang cenderung mengabaikan pengaruh-pengaruh relativisitik, tapi pengaruh-pengaruh relativistik ada di mana-mana," katanya. "Setiap hari orang-orang beraktifitas seperti naik tangga. Menarik untuk dipikirkan: apakah para penerbang rutin menjadi lebih muda (karna mereka banyak sekali bergerak) atau lebih cepat tua (karna meluangkan banyak sekali waktu di udara)?"
Keajaiban Wudhu
Wudhu merupakan
pengantar menuju pekerjaan sholat.
“Tidak sah
sholatnya orang yang tidak suci (tidak wudhu) dan tidak diterima sodakoh dari
harta curian”
Wudhu memang
bukanlah rukun sholat, namun sholat tanpa wudhu sama dengan hidup tanpa agama. Sama
– sama tidak sahnya. Karena itu sebagai umat islam wajib untuk mempelajari
bagaimana wudhu yang benar.
Nah, selama
ini mungkin timbul pertanyaan, kenapa wudhu terangkai dengan susunan seperti
itu? Kenapa harus mencuci tangan dulu, berkumur dan menghirup air ke hidung,
membasuh muka, tangan, kepala, lalu membasuh kaki? Ternyata dari rukun wudhu
ini banyak sekali keajaiban dan manfaat yang bisa diambil.
Yaitu Prof
Leopold Werner von Ehrenfels, seorang psikiater dan sekaligus neurology
berkebangsaan Austria, menemukan sesuatu yang menakjubkan terhadap wudhu. Ia
mengemukakan sebuah fakta yang sangat mengejutkan.
Bahwa
pusat-pusat syaraf yang paling peka dari tubuh manusia ternyata berada di
sebelah dahi, tangan, dan kaki. Pusat-pusat syaraf tersebut sangat sensitif
terhadap air segar. Dari sini ia menemukan hikmah dibalik wudhu yang membasuh
pusat-pusat syaraf tersebut. Ia bahkan merekomendasikan agar wudlu bukan hanya
milik dan kebiasaan umat Islam, tetapi untuk umat manusia secara keseluruhan.
Dalam hadis
riwayat Muslim juga dijelaskan bahwa, air wudlu mampu mengalirkan dosa-dosa
yang pernah dilakukan oleh mata, penciuman, pendengaran, tangan, dan kakinya,
sehingga yang bersangkutan bersih dari dosa.
Dengan
senantiasa membasuh air segar pada pusat-pusat syaraf tersebut, maka berarti
orang akan memelihara kesehatan dan keselarasan pusat sarafnya.
Lebih dalam
lagi. Dimulai dari membasuh telapak tangan. Telapak tangan merupakan Telapak
tangan manusia adalah bagian tubuh yang banyak berinteraksi dengan dunia luar,
bersalaman, memegang, menyentuh, memetik jari dan dan banyak lagi. Lebih
daripada 70% penyakit-penyakit berjangkit seperti influenza yang disebabkan oleh bakteria, virus
atau cacing disebabkan oleh kontaminasi melalui sentuhan tangan. Dalam dunia
perubatan, protokol standarad pertama sebelum bekerja adalah mencuci tangan dan
membilasnya dengan sabun. Oleh karena itu, wajar jika dalam wudhu telapak
tangan didahulukan.
Berkumur melindungi
mulut dari penyakit dan membersihkan gigi dari sisa makanan. Pada hakikatnya,
membersihkan kawasan mulut dapat mencegah risiko jangkitan penyakit. Terdapat
tidak kurang dari 100 juta bakteri per milimeter dalam sampel biasa permukaan
gigi ataupun kalenjar ludah manusia normal yang sehat. Penyakit di kawasan gigi
dan mulut seperti radang gigi atau radang kerongkong (faringitis) dan
juga radang pada kawasan faring.
Apabila jangkitan itu disebabkan oleh bakteria
jenis Streptococcus B hemoliticus, racun dari tindakan imuniti
tubuh, maka bakteria itu dapat merebak ke jantung ataupun ginjal melalui aliran
darah. Glomerulonefritis atau radang pada ginjal dan myokarditis atau
radang pada otot jantung. Ini adalah komplikasi-komplikasi serius yang mungkin
terjadi akibat dari toksin bakteria Streptococcus B hemoliticus.
Demikian juga beberapa penyakit tumor pada kawasan maxillofacial
atau pipi dan dagu seperti adamantinoma. Hal – Hal ini
berkaitan erat dengan kebersihan mulut.
Istinsyaq
ialah menghirup air ke dalam hidung yang hanya dilakukan ketika wudhu. Menurut Dr
Bahar Azwar, apabila terdapat tumor yang tersembunyi di dalam
hidung. Aliran air ke dalam hidung yang menyapu bahagian nasofaring merangsang
pendarahan pada tumor itu. Melalui kegiatan intinsyaq, ini
membantu dalam penanggulangan awal tumor yang tersembunyi. Begitu
pula dengan pencegahan penyakit SARS
Membasuh
muka adalah
untuk membersihkan kotoran yang melekat akibat dari ekskresi kelenjar kulit. Ia
juga bertindak menghilangkan mikroorganisme. Pembasuhan air yang kerap juga
dapat melindungi kulit. Terutama kulit wajah dari dampak buruk ultraviolet.
Membasuh
kedua tangan dan kaki adalah untuk memperkuatkan saluran-saluran darah tangan dan kaki.
Dari segi anatomi, saluran darah di ujung tangan dan kaki itu lebih lemah dibanding
bagian lain. Ini karena tangan dan kaki adalah titik yang paling jauh dengan
jantung. Pembersihan telapak kaki penting bagi untuk mencegah berbagai kuman
penyakit.
Sholat Sebagai Stabilisator
Sholat adalah rutinitas dan kewajiban umat islam di seluruh dunia. Namun tidak jarang pelaku sholat itu sendiri tidak mengindahkan kewajiban ini. Tak jarang pula yang malas menunaikannya. Hal ini dikarenakan kurangnya pemahaman menenai sholat disamping kewajiban semata.
Salat diturunkan untuk menyempurnakan fasilitasNya bagi kehidupan manusia. Setelah sekian tahun menjalankan salat, sampai di mana pemahaman kita mengenainya?
TAKBIRATUL IHRAM
Postur: berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar telinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah.
Manfaat: Gerakan ini melancarkan aliran darah, getah bening (limfe) dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancar ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar. Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.
RUKUK
Postur: Rukuk yang sempurna ditandai tulang belakang yang lurus sehingga bila diletakkan segelas air di atas punggung tersebut tak akan tumpah. Posisi kepala lurus dengan tulang belakang.
Manfaat: Postur ini menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat syaraf. Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi relaksasi bagi otot-otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah latihan kemih untuk mencegah gangguan prostat.
I’TIDAL
Postur: Bangun dari rukuk, tubuh kembali tegak setelah, mengangkat kedua tangan setinggi telinga.
Manfaat: Ftidal adalah variasi postur setelah rukuk dan sebelum sujud. Gerak berdiri bungkuk berdiri sujud merupakan latihan pencernaan yang baik. Organ organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Efeknya, pencernaan menjadi lebih lancar.
SUJUD
Postur: Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi pada lantai.
Manfaat: Aliran getah bening dipompa ke bagian leher dan ketiak. Posisi jantung di atas otak menyebabkan darah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Karena itu, lakukan sujud dengan tuma’ninah, jangan tergesa gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. Postur ini juga menghindarkan gangguan wasir.
Khusus bagi wanita, baik rukuk maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.
DUDUK
Postur: Duduk ada dua macam, yaitu iftirosy (tahiyyat awal) dan tawarruk (tahiyyat akhir). Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki.
Manfaat: Saat iftirosy, kita bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan syaraf nervus Ischiadius. Posisi ini menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan. Duduk tawarruk sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih (urethra), kelenjar kelamin pria (prostata) dan saluran vas deferens. Jika dilakukan. dengan benar, postur irfi mencegah impotensi. Variasi posisi telapak kaki pada iffirosy dan tawarruk menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga. kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita.
SALAM
Gerakan: Memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal.
Manfaat: Relaksasi otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan aliran darah di kepala. Gerakan ini mencegah sakit kepala dan menjaga kekencangan kulit wajah.
Salat diturunkan untuk menyempurnakan fasilitasNya bagi kehidupan manusia. Setelah sekian tahun menjalankan salat, sampai di mana pemahaman kita mengenainya?
TAKBIRATUL IHRAM
Postur: berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar telinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah.
Manfaat: Gerakan ini melancarkan aliran darah, getah bening (limfe) dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancar ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar. Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.
RUKUK
Postur: Rukuk yang sempurna ditandai tulang belakang yang lurus sehingga bila diletakkan segelas air di atas punggung tersebut tak akan tumpah. Posisi kepala lurus dengan tulang belakang.
Manfaat: Postur ini menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat syaraf. Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi relaksasi bagi otot-otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah latihan kemih untuk mencegah gangguan prostat.
I’TIDAL
Postur: Bangun dari rukuk, tubuh kembali tegak setelah, mengangkat kedua tangan setinggi telinga.
Manfaat: Ftidal adalah variasi postur setelah rukuk dan sebelum sujud. Gerak berdiri bungkuk berdiri sujud merupakan latihan pencernaan yang baik. Organ organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Efeknya, pencernaan menjadi lebih lancar.
SUJUD
Postur: Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi pada lantai.
Manfaat: Aliran getah bening dipompa ke bagian leher dan ketiak. Posisi jantung di atas otak menyebabkan darah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Karena itu, lakukan sujud dengan tuma’ninah, jangan tergesa gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. Postur ini juga menghindarkan gangguan wasir.
Khusus bagi wanita, baik rukuk maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.
DUDUK
Postur: Duduk ada dua macam, yaitu iftirosy (tahiyyat awal) dan tawarruk (tahiyyat akhir). Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki.
Manfaat: Saat iftirosy, kita bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan syaraf nervus Ischiadius. Posisi ini menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan. Duduk tawarruk sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih (urethra), kelenjar kelamin pria (prostata) dan saluran vas deferens. Jika dilakukan. dengan benar, postur irfi mencegah impotensi. Variasi posisi telapak kaki pada iffirosy dan tawarruk menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga. kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita.
SALAM
Gerakan: Memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal.
Manfaat: Relaksasi otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan aliran darah di kepala. Gerakan ini mencegah sakit kepala dan menjaga kekencangan kulit wajah.
Sholat Subuh dan Metabolisme Tubuh
Kenapa Harus Bangun pagi buta
untuk Sholat Subuh?? Bagi seorang muslim mungkin pertanyaan ini dengan mudah
dijawab ; karena sholat subuh adalah bagian dari ibadah wajib yang harus
dikerjakan sebagai bukti ketaatan pada Tuhannya. Tapi kenapa ya harus pagi buta
gitu sholatnya?? lagi enak-enak tidur kok disuruh sholat.???
Pertanyaan-pertanyaan ini untuk
sebagian orang mungkin dianggap bodoh dan bisa dianggap nyeleneh. Tapi untuk
orang-orang yang berfikir ilmiah pertanyaan tersebut adalah stimulasi ide besar
untuk pembuktian. Kenapa harus dibuktikan?? Yang jelas tidak ada satu halpun
yang Allah dan Rasul-Nya perintahkan kepada umatnya tanpa kebermanfaatan.
Jika kita amati, ada satu hal
yang berbeda dari ritual sholat subuh dibandingkan sholat lima waktu lainnya.
Kalimat yang terdengar dari suara adzan sedikit berbeda dengan adzan pada
sholat yang lain. Kalimat “ash shalatu khairun minan naum”, menjadi titik
perbedaannya. Arti kalimat itu adalah shalat itu lebih baik dari pada tidur. Kenapa
kalimat itu hanya muncul pada adzan subuh dan tidak pada adzan lainnya ?
Memang ada banyak hikmah yang
bisa diambil dari ritual di pagi buta ini. Dari peluang rezeki yang besar
karena sudah mulai sejak subuh sampai manfaat terhindar dari kemacetan terutama
di kota metropolitan seperti Jakarta. Ternyata bukan itu saja arti
kebermanfaatan yang Allah berikan. Sholat subuh juga mempunyai manfaat
mengurangi kecenderungan terjadinya gangguan kardiovaskular.
Di dalam tubuh manusia ada
kekuatan yang terus bekerja tanpa kita komando. Apakah kita sedang tersadar
atau tidur. Kekuatan yang mengatur gerak usus kita sehingga bisa dikeluarkan
menjadi feses setelah menyerap zat-zat bermanfaat untuk tubuh. Kekuatan syaraf
otonom mempunyai 2 fungsi yang bekerja secara antagonis, biasa kita sebut
sebagai syaraf simpatis dan syaraf parasimpatis
Kita mempunyai irama tubuh yang
biasa disebut irama sirkadian tubuh dimana mulai jam 3 dini terjadi peningkatan
adrenalin. Akibatnya tekanan darah manusia juga meningkat. Padahal kita sedang
tidur pulas. Biasanya adrenalin kita bekerja saat kita beraktifitas atau dalam
keadaan stress. Selain itu terjadi pula penyempitan pembuluh darah otak yang
menyebabkan oksigenasi otak berkurang sehingga kita merasa berat kalo bangun
pagi dan cenderung mengantuk. Peningkatan adrenalin juga mengaktivasi sistem
pembekuan darah dimana sel-sel trombosit berangkulan membentuk suatu trombus.
Trombus inilah yang menyebabkan gangguan kardiovaskuler pada manusia. Semuanya
adalah kerjaan saraf simpatis.
Lalu apa hubungannya dengan Sholat???
Hasil penelitian Furchgott dan
Ignarro serta Murad tentang suatu zat didalam dinding sel yang dapat melebarkan
pembuluh darah menjawab pertanyaan di atas. Zat yang ditemukan itu bernama NO
(Nitrit Oksida). Yang luar biasa adalah ternyata Nitrit Oksida ini diproduksi
terus menerus selama istirahat termasuk ketika manusia tidur. Zat ini juga
mencegah terbentuknya trombus dengan menghambat agregasi/penempelan trombosit.
Hasil temuan ini mendapat hadiah NOBEL tahun 1998.
Aktivitas Bangun pagi untuk
sholat subuh apa lagi dengan berjalan ke masjid untuk berjamaah dapat
meningkatkan kadar Nitrit oksida dalam pembuluh darah sehingga oksigenasi ke
otak juga bertambah akibat melebarnya pembuluh darah otak dan yang pasti trombosit
dicegah untuk saling menempel jadinya pembuluh darah tidak bertambah sempit.
Aktivitas mengejan yang ditimbulkan pada gerakan rukuk dalam sholat
meningkatkan tonus syaraf parasimpatis yang melawan efek dari syaraf simpatis
seperti yang sudah dijelaskan di atas.
Subhanalloh ternyata rutinitas
yang Alloh wajibkan bagi umatnya sejatinya dapat diambil manfaatnya mulai di
dunia sampai di akhirot.
Makhluk yang Katanya Abadi
Pada tahun
1988, manusia akhirnya menemukan 'kehidupan abadi' dari dasar laut. Temuan
tersebut dihasilkan seorang mahasiwa biologi kelautan asal Jerman bernama
Christian Sommer, yang saat itu berusia 20-an tahun.
Seperti dimuat New York Times, kala itu, ia menghabiskan musim panas di Rapallo, kota kecil di Riviera, Italia -- di mana satu abad sebelumnya Friedrich Nietzsche melahirkan Sabda Zarathustra (Also Sprach Zarathustra).
Makhluk itu adalah spesies ubur-ubur Turritopsis nutricula. Saat terluka, ia akan mengubah dirinya menjadi gumpalan, dan memulai proses yang dinamakan transdifferentiation.
Sel makhluk itu akan kembali ke bentuk awal dan kembali bertumbuh. Atau secara efektif melakukan regenerasi.
Memang ubur-ubur itu bisa mati oleh predatornya. Namun jika tak dimangsa, ia tak akan mati.
Seperti dimuat New York Times, kala itu, ia menghabiskan musim panas di Rapallo, kota kecil di Riviera, Italia -- di mana satu abad sebelumnya Friedrich Nietzsche melahirkan Sabda Zarathustra (Also Sprach Zarathustra).
Makhluk itu adalah spesies ubur-ubur Turritopsis nutricula. Saat terluka, ia akan mengubah dirinya menjadi gumpalan, dan memulai proses yang dinamakan transdifferentiation.
Sel makhluk itu akan kembali ke bentuk awal dan kembali bertumbuh. Atau secara efektif melakukan regenerasi.
Memang ubur-ubur itu bisa mati oleh predatornya. Namun jika tak dimangsa, ia tak akan mati.
Nah, disitulah letak kebesaran Alloh.
"Dan Dia lah Zat Yang Maha Menghidupkan dan Maha Mematikan pada makhluk"
Dimana pada akhirnya seemua makhluk pasti akan menemui ajalnya. Secara sains, ubur - ubur di atas tidak akan mati, namun sesuai kehendak Alloh cepat atau lambat diapun pasti mati sama dengan makhluk hidup yang lain.
"Maha Besar Alloh dengan segala firman - Nya"
Langganan:
Postingan (Atom)




